Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Al Hikam Pasal 207-209 Ibadah Menjadi Kebutuhan Hamba

Al Hikam Pasal 207-209 Ibadah Menjadi Kebutuhan Hamba بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ KEBUTUHAN HAMBA” ٭ قَيـَّدَ الطّاَعَاتِ بِاَعْياَنِ الاَوقاَتِ كـَىْ لاَ يَمْنَعكَ عَنْهاَوُجُوْدُ التَسْوِيْفِ ، ووَسَّعَ عَليْكَ الوَقْتَ كى تَبْقىٰ لك حِصَّة ُ الاِخْتِيارِ ٭ 207. “  Alloh  sengaja mengikat/ membatasi amal taat dengan waktu yang    ditentukan, supaya engkau tidak teledor dan menunda-nunda amal, dan  Alloh  memperluas waktunya   supaya kamu tetap ada kesempatan beramal dan bisa memilih waktu yang lebih tepat, dan lebih baik.”    Sudah menjadi kebiasaan manusia senang menunda-nunda pekerjaan dan amal ibadah, sehingga  Alloh  menetapkan waktu amal taat, seperti sholat lima waktu. Karena apabila waktunya tidak ditentukan pastilah manusia me...

Al Hikam Pasal 210 Jangan Merendahkan Kekuasaan Allah

Al Hikam Pasal 210 Jangan Merendahkan Kekuasaan Allah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ ٭ مَنْ اِسْتَغرَبَ انْ يُنقِذَهُ اللهُ من شَهوَتهِ وان يُخْرِجَهُ من وجودِ غَفلتِهِ فقد اِسْتَعجَزَ القُدْرَةَ الاِلٰهِيَّة َوَكاَنَ اللهُ علٰى كُلِّ شىءٍ مُقـْتـَدِ رًا ٭ 210. “ Barang siapa yang merasa jauh/tidak mungkin diselamatkan Alloh  dari pengaruh hawa nafsu syahwatnya, atau dihindarkan dari kelalaiannya, maka berarti ia telah menganggap lemah kekuasaan  Alloh . Firman  Alloh  : sesungguhnya  Alloh  itu berkuasa atas segala sesuatu.”      Kita harus yakin terhadap Qudrat   (kekuasaan)  Alloh  secara mutlak tanpa kecuali, termasuk menyelamatkan hamba dari nafsu syahwat, dan menghindarkan dari kelalaian . dan qudrat  Alloh  itu b...

Al Hikam Pasal 211-213 Ingatlah Anugerah Nikmat Itu Dari Allah

Al Hikam Pasal 211-213 Ingatlah Anugerah Nikmat Itu Dari Allah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ ٭رُبَّما وردتِ الظلَمُ عليك لِيُعْرِفَكَ قدرَمامنَّ بهِ عليكَ ٭ 211. “Terkadang kegelapan (macam-macamnya syahwat, maksiyat dan dosa) itu terjadi padamu, untuk mengingatkan kamu atas kebesaran anugerah nikmat yang diberikan Alloh kepadamu.” ٭ منْ لم يَعْرِفْ قدْرَ النِّعمِ بِوِجْدانهاَ عَرَّفَهاَبِوُجُودِ فِقدانهاَ ٭ 212. “Barang siapa yang tidak mengetahui besarnya harga nikmat ketika adanya nikmat itu, maka Alloh akan memberi tahukan pada dia dengan hilangnya nikmat itu pada dirinya.”   Kebanyakan manusia itu tidak tahu agung dan besarnya nikmat-nikmat yang dirasakan, kecuali ketika kehilangan nikmat tersebut.    Sehingga banyak yang bilang: orang yang tahu besarnya harga air, yaitu...

Al Hikam Pasal 214-216 Cara Mengobati Hawa Nafsu

Al Hikam Pasal 214-216 Cara Mengobati Hawa Nafsu بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ ٭ تَمَكُّنُ حَلاوَتِ الهَوٰى منَ القلْبِ هُوَالـدَّاءُ العِضاَلُ ٭ 214,“Rasa manis (enak)nya hawa nafsu    yang telah menetap(memenuhi) dalam hati, adalah penyakit yang sulit untuk di obati.”   Hati itu tempatnya Iman, Yaqin dan makrifat, ketiganya itu sebagai obat penyakit hati yang timbul dari hawa nafsu, apabila penyakit itu sudah menetap dan menguasai/ memenuhi hati, maka tidak ada tempat untuk obat. Disitulah letak repot dan sulitnya mengobatinya, sehingga sulit disembuhkan. واصل كل معصية وغفلة وشهوة وشرك هو الرضا عن النفس. “ Asal usul/pokok dari pada kemaksiatan, ghoflah (lupa pada Alloh), syahwat (kesenangan), dan kemusyrikan itu sebab ridho dengan hawa nafsu. ٭ لاَيُخْرجُ الشَهْوَ...

Al Hikam Pasal 217-219 Anwar Supaya Masuk Dalam Hati

Al Hikam Pasal 217-219 Anwar Supaya Masuk Dalam Hati بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـن ٭ اَنْوَارٌ اُذ ِنَ لهاَ فى الوُصُولِ وَاَنوارٌ اُذ ِنَ لهاَ فِى الد ُّخُولِ ٭ 217. “ Anwar( beberapa nur Ilahi) itu ada dua macam :    Nur yang di izikan Alloh hanya sampai pada hati (luar hati), dan Nur yang di izinkan Alloh bisa masuk kedalam Hati.”    Ada kalanya Nur itu hanya sampai dihati(luar hati), tidak masuk kedalam hati, mereka bisa melihat Alloh dan melihat dirinya, melihat dunia dan akhiratnya, masih cinta dunia dan cinta Akhiratnya, masih bersama dirinya dan bersama Alloh.   Apabila Nur itu sudah masuk kedalam hatinya, dalam pandangannya hanya ada Alloh, sehingga tidak ada yang dicinta, diharap, dan disembah melainkan Alloh semata-mata. ٭ رُبَّمَا وَرَدَ تْ عليكَ الاَنْ...