Skip to main content

Al Hikam Pasal 211-213 Ingatlah Anugerah Nikmat Itu Dari Allah

Al Hikam Pasal 211-213
Ingatlah Anugerah Nikmat Itu Dari Allah



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
٭رُبَّما وردتِ الظلَمُ عليك لِيُعْرِفَكَ قدرَمامنَّ بهِ عليكَ ٭
211. “Terkadang kegelapan (macam-macamnya syahwat, maksiyat dan dosa) itu terjadi padamu, untuk mengingatkan kamu atas kebesaran anugerah nikmat yang diberikan Alloh kepadamu.”
٭ منْ لم يَعْرِفْ قدْرَ النِّعمِ بِوِجْدانهاَ عَرَّفَهاَبِوُجُودِ فِقدانهاَ ٭
212. “Barang siapa yang tidak mengetahui besarnya harga nikmat ketika adanya nikmat itu, maka Alloh akan memberi tahukan pada dia dengan hilangnya nikmat itu pada dirinya.”
 Kebanyakan manusia itu tidak tahu agung dan besarnya nikmat-nikmat yang dirasakan, kecuali ketika kehilangan nikmat tersebut.  Sehingga banyak yang bilang: orang yang tahu besarnya harga air, yaitu hanya orang yang dicoba kehausan dihutan, Kalau dia berada di tepi sungai yang mengalir, dia tidak akan tahu besarnya harga air.  
 Begitu juga dengan nikmat Rahmat, Hidayah, diberi kekuatan bisa beribadah dan taat, yang itu sebagai nikmat yang sangat besar, yang terkadang kita lupa kalau semua itu pemberian dari Alloh yang sangat besar dan agung. Sehingga terkadang kita akui kalau itu semua milik kita, kemampuan kita, hasil usaha kita dan lain-lain. Sehingga terkadang alloh memberi cobaan kepada kita berbuat dosa/maksiat (kegelapan), supaya kita sadar dan ingat bahwa semua nikmat itu atas pemberian Alloh yang wajib kita syukuri.
  Rosululloh saw. Bersabda : “ jika seseorang melihat orang yang lebih dari padanya kekayaan dan kesehatannya, maka hendaklah ia juga melihat kepada orang yang lebih menderita dari padanya.”   Dalam riwayat lain Rosululloh bersabda : “Lihatlah orang-orang yang dibawahmu, dan jangan melihat orang yang di atasmu, karena yang demikian itu akan menyebabkan meremehkan nikmat yang diberikan Alloh kepadamu”.
  Syeih Sariy as-Saqothi berkata : Siapa yang tidak menghargai nikmat, maka akan dicabut nikmat itu dalam keadaan ia tidak mengetahui.
  Syeih Fudhoil bin Iyadh ra. Berkata : Tetaplah mensyukuri nikmat, sebab jarang sekali nikmat yang telah hilang akan datang kembali. Sesungguhnya orang yang sangat mengetahui nikmatnya air itu, hanya orang yang benar-benar haus.
 Orang yang beruntung yaitu : orang yang pengertian dengan pengalaman (dengan kejadian) yang terjadi pada dirinya atau orang lain.  Dan siapa yang tidak mensyukuri nikmat berarti membiarkannya hilang, dan siapa yang mensyukuri nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan tali ikatannya.
٭ لاَتـُدْهِشْكَ وَارِداتُ النِّعَمِ عَنِالقِيَامِ بحُقوقِ شُكْرِكَ فاِنَّ ذٰ لكَ مِمّاَ يَحُطُّ من وجُودِ قدْرِكَ ٭
213. “ Datangnya nikmat yang bermacam-macam kepadamu itu jangan sampai membingungkan kamu untuk menunaikan hak/ kewajiban bersyukur kepada Alloh yang memberi nikmat,  sebab perasaan yang demikian  berarti merendahkan derajatmu dihadapan Alloh.”
Kita diperintah oleh Alloh untuk mensyukuri semua nikmat pemberianNya menurut kadar kemampuan yang diberikan Alloh kepada kita, bukan sebanyak nikmat Alloh yang diberikan. Sebabitu tidak mungkin kita laksanakan, karena Alloh memberi nikmat yang besar kepada kita sesuai dengan kebesaran Alloh, sedangkan kita harus mensyukuri nikmat menurut kadar kemampuan kita dari Alloh.
Nabi Dawud as. Berkata : Tuhanku, anak adam ini telah Engkau beri pada tiap helai rambut ada nikmat diatas dan dibawahnya, maka bagaimana akan dapat menunaikan syukur kepadaMu, Jawab Alloh : Hai Dawud, Aku memberi sebanyak-banyaknya, dan rela menerima yang sedikit, dan untuk mensyukuri nikmat itu bila engkau mengetahui bahwa nikmat yang ada padamu itu dari Aku(Alloh).
Umar bin Abdul Aziz ra berkata : tiadalah Alloh memberi nikmat kepada hamba, kemudian hamba mengucap “Alhamdulillah” , melainkan nilai pujian itu jauh lebih besar dari nikmat yang diberikan itu.


Comments

Popular posts from this blog

Al Hikam Pasal 222 Mencinta Pasti Jadi Budak Yang Di Cinta

Al Hikam Pasal 222 Mencinta Pasti Jadi Budak Yang Di Cinta بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ ٭ ماَاَحْبَبْتَ شَيْـءـًا الاَّ كُنْتَ لَهُ عبْدًا وَهُوَ لاَيُحِبُّ انْ تكُونَ لِغيْرِهِ عَبْداً ٭ 222. “ Tiada engkau mencintai sesuatu melainkan pasti engkau menjadi budak(hamba) dari apa yang engkau cintai, dan Alloh tidak suka bila engkau menjadi hamba sesuatu selain dari pada-Nya.” Hati itu bila mencintai sesuatu pastilah selalu menghadap dan tunduk pada sesuatu tersebut, dan selalu taat pada semua perintahnya.   Rosululloh saw. Bersabda : Celakalah hamba dinar, dirham, baju, permadani dan istri, celaka dan rugi, dan umpama terkena duri semoga tidak keluar.” Al-Junaid berkata : Engkau takkan mencapai hakikat ‘Ubudiyyah (penghambaan), selama engkau masih diperbudak oleh sesuatu selain Al...

Al Hikam Pasal 220-221 Hati Hati Dengan Waktu/Umur

Al Hikam Pasal 220-221 Hati Hati Dengan Waktu/Umur بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ ٭ حُقُوقٌ فِى الاوقَاتِ يُمكِنُ قضَاءُوهاَ وحقوقُ الاَوْقاتِ لاَ يُمكِنُ قضاَءوهَا ٭ ٭ اِذ ْماَ مِنْ وَقْتٍ يَرِدُ الاَّ وَللهِ عليكَ فِيهِ حقّ ٌجَدِيدٌ واَمْرٌ اكيدٌ فكيفَ تَقـْضِى فيهِ حَقّ َغَيْرِهِ وَانتَ لمْ تَقْضِ حقّ َاللهِ فيْهِ ٭ ٭ 220. “ Hak/kewajiban-kewajiban didalam waktu itu mungkin dapat diqodho’inya, tetapi hak-haknya waktu itu tidak mungkin bisa di qodho’(diulangi)nya,.    Sebab tiada suatu waktu melainkan ada hak dan kewajiban yang baru dan perkara penting yang harus kau penuhi, maka bagaimanakah engkau akan menyelesaikan hak lainnya, sedang engkau belum menyelesaikan/memenuhi hak/kewajibanmu kepada Alloh dalam waktu itu.” Hak-hak (kewajiban yang ada dalam waktu yaitu: ibadah-ibadah...

Jual Ayam Potong

JUAL AYAM POTONG Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis sebagai penghasil daging, dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin ( Wikipedia ). Ayam Boiler sering disebut juga sebagai ayam negeri (Oleh orang jawa). Kami menjual Ayam Potong Broiler dengan kwalitas baik dan harga yang bersaing. Tentunya dengan berbagai ukuran ayam potong yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Beberapa pelanggan Ayam Potong Broiler kami adalah rumah makan, katering, pedagang pasar dan pedagang keliling. Kami menjual Ayam Potong Brolier dengan jumlah Besar. Untuk pemesanan dalam bentuk karkas dapat kami kirim sampai ditempat namun bergantung jarak tempuh. Jika jaraknya cukup jauh dari wilayah kerja kami, maka kami akan melakukan pengiriman pesanan ayam potong dalam bentuk ayam potong hidup ataupun ayam potong karkas frozen (sudah bersih tanpa jeroan, ceker...